Showing posts with label #garasigaming. Show all posts
Showing posts with label #garasigaming. Show all posts

Tuesday, August 8, 2017

Berisi Cairan, Hati Wanita Ini Membesar 8 Kali Lipat di Atas Normal

foto: bertha/GARASIhealth

Jakarta,GARASIhealth -  Murray dari Queensland, Australia, diketahui memiliki kondisi turunan bernama polycystic kidney disease (PKD). Hal tersebut menyebabkan hatinya untuk terus membesar karena ditumbuhi oleh kista jinak yang berisi cairan.

Selama sekitar tujuh tahun menunggu sampai ada hati pengganti dari donor, Murray menggambarkan hidupnya seperti wanita hamil karena perut yang membesar. Hingga akhirnya pada tahun 2014 Murray pun bisa menjalani operasi transplantasi.

Ketika dikeluarkan dari tubuh, hati Murray yang asli dideskripsikan oleh dokter luar biasa besar. Dengan berat mencapai sekitar 12 kilogram (kg) hatinya itu delapan kali lebih besar dari hati normal yang rata-rata hanya sekitar 1,5 kg.

Bila kondisi tersebut dibiarkan, Murray bisa saja kelak mengalami kegagalan hati yang fatal.

foto: bertha/GARASIhealth

Murray sendiri karena merasa telah diselamatkan oleh donor, ia memilih untuk mendonasikan hati aslinya itu ke sekolah dokter di Integrated Pathology Learning Centre, University of Queensland. Murray berharap hati itu dapat menjadi sampel penting bagi para peneliti.

"Ini adalah cara saya untuk berbagi dan berkontribusi pada ilmu pengetahuan," kata Murray seperti dikutip dari GARASIhealth, Senin (7/8/2017).

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Monday, August 7, 2017

Mengapa Gusi Berdarah Saat Menggosok Gigi?

foto: bertha/GARASIhealth

Jakarta,GARASIhealth - Jika Anda mendapati gusi berdarah saat menggigit atau meludah setelah menggosok gigi, mungkin saja ada sesuatu yang salah dengan kesehatan mulut Anda. Gusi yang sehat tak akan berdarah.

Namun, kemungkinan gejala ini kerap diabaikan dan diremehkan. Inilah alasan mengapa gusi berdarah saat Anda menggosok gigi, seperti yang dilansir dari laman, GARASIhealth, Senin (7/8/2017).

1. Radang gusi

Gingivitis adalah salah satu alasan utama dan paling umum mengapa gusi Anda berdarah. Kondisi ini menggambarkan pelemahan dan pembengkakan gusi yang terjadi akibat penumpukan plak. Obat yang paling efektif untuk masalah ini adalah memperbaiki kebersihan mulut.

2. Nutrisi Buruk

Kurangnya nutrisi yang diperlukan dalam tubuh serta tidak adanya vitamin penting seperti vitamin A, B dan C dapat menyebabkan gusi Anda melemah dan mengakibatkan gusi berdarah. Penting bagi Anda untuk memastikan diet seimbang dan sehat. Jika menurut Anda diet yang dilakukan tidak sehat, maka sudah saatnya memperbanyak makan buah dan sayuran.

3. Stres

Meskipun Anda mungkin tidak percaya hal ini, namun nyatanya stres dapat menyebabkan gusi dan jaringan oral Anda melemah yang menyebabkannya berdarah karena penurunan pertahanan Anda. Idealnya, Anda harus mencari alternatif untuk menghilangkan stres Anda hingga tenang.

4. Infeksi mulut

Ingat bahwa air liur merupakan sumber transfer bakteri. Hati-hati dengan siapa Anda berciuman untuk menghindari masalah bakteri yang menyebabkan kondisi peradangan dan gusi.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Sunday, August 6, 2017

Konsumsi 4 Makanan Ini Saat Menderita Mata Kering

foto: bertha/GARASIhealth

Jakarta,GARASIhealth - Meredakan mata kering tak saja bergantung pada obat tetes air mata, melainkan dengan beberapa jenis makanan sehat berikut ini.

Melansir dari laman GARASIhealth, Sabtu (5/8/2017) makanan sehat berikut ini tak saja baik untuk organ tubuh bagian dalam, tapi juga membantu menghentikan masalah mata kering yang Anda rasakan.

1. Biji-bijian

Diet yang mengandung makanan dengan indeks glisemik rendah (GI), seperti yang terdapat dalam biji-bijian, dapat bantu mengurangi risiko degenerasi makula terkait usia.
Contohnya, gandum dalam bentuk pasta atau roti, quinoa dan beras merah dapat membantu meningkatkan kesehatan mata secara keseluruhan.


Jenis buah satu ini mengandung vitamin C tinggi yang dapat mengurangi risiko katarak dan degenerasi makula atau kerusakan makula pada mata.

3. Kacang-kacangan

Pistachio, kenari, kacang almond dan jenis kacang-kacangan lainnya yang mengandung asam lemak omega-3 dan vitamin E dapat meningkatkan kesehatan mata dan meringankan mata kering.

4. Kacang polong

Kacang polong menawarkan bioflavonoid dan seng yang baik dan dapat bantu melindungi retina dan menurunkan risiko degenerasi makula, katarak dan meredakan mata kering.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Saturday, August 5, 2017

Kata Dokter Terkait Penyakit Mag yang Sebabkan Ryan Thamrin Meninggal

foto: bertha/GARASIhealth

Jakarta,GARASIhealth - Baru-baru ini dr Ryan Thamrin yang terkenal sebagai pembawa acara dr OZ Indonesia meninggal dunia di Pekanbaru. Pihak keluarga mengkonfirmasi kematian dr Ryan disebabkan oleh penyakit mag akut yang sudah dideritanya sejak satu tahun terakhir ini.

Menanggapi hal ini, dr Hendra Nurjadin, SpPD-KGEH mengatakan bahwa penyakit mag tidak akan menyebabkan seseorang meninggal dunia. Sebab asam lambung dikatakannya tidak akan pernah menyerang jantung.

"Nggak relavan sih antara kematian dengan penyakit mag. Jadi kalau baru usia 38 tahun meninggal karena sakit mag itu enggak akan," ucap dr Hendra ketika dihubungi GARASIhealth, Jumat (4/8/2017).

Lebih lanjut, dr Hendra menduga bahwa penyebab kematian dr Ryan disebabkan oleh faktor risiko lain misalnya penyakit jantung. Sebab menurutnya, penyakit jantung memiliki gejala yang hampir sama dengan sakit mag.

"Penyakit jantung pada usia muda memang jarang sebenarnya. Tapi ada kemungkinan kecil. Bisa juga karena pelebaran pembuluh darah di otak," sambung dokter yang praktik di RS Mayapada ini.

Namun ia kembali mengingatkan bahwa hal tersebut hanya spekulasi medis. Sebab mendiagnosis kematian seseorang tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan cerita. "Nggak bisa diagnosis hanya berdasarkan cerita," pungkas dr Hendra.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Friday, August 4, 2017

Fakta-fakta Dumolid, Obat Penenang yang Menjerat Tora Sudiro

foto: bertha/GARASIhealth

Jakarta,GARASIhealth - Baru-baru ini pasangan selebritis, Tora Sudiro dan Mieke Amalia ditangkap polisi dengan barang bukti berupa 30 butir obat penenang Dumolid atau nitrazepam.

Nah, ada beberapa fakta penting yang perlu diketahui terkait obat Dumolid. Dirangkum GARASIhealth dari berbagai sumber, berikut fakta tentang obat Dumolid yang perlu diketahui.

1. Digunakan untuk mengatasi pasien insomnia yang mengalami depresi

Menurut psikiater Klinik Psikosomatik RS OMNI Alam Sutera, dr Andri SpKJ, obat Dumolid termasuk dalam golongan benzodiazepine. Pada dasarnya obat Dumolid atau nitrazepam digunakan untuk mengatasi pasien insomnia yang mengalami depresi.

2. Sering disalahgunakan

Entah mengapa obat Dumolid sering disalahgunakan sebagai obat penenang ilegal. Padahal, mengonsumsi obat Dumolid tidak sesuai indikasi bisa menimbulkan rasa nyaman dan tenang.

"Efek awal menggunakan Dumolid itu sebenarnya menimbulkan efek mengantuk yang luar biasa tapi nggak sampai tertidur. Lalu merasa tenang, enak dan nyaman," ucap dokter berkacamata ini.

3. Bikin orang ketergantungan

Selain mendapatkan rasa nyaman dan tenang, penyalahgunaan obat Dumolid dapat menimbulkan efek negatif pada tubuh. Misalnya menyebabkan ketergangtungan hingga sulit tidur. Saat penggunaan obat Dumolid diberhentikan, seseorang juga akan mengalami kecemasan dan gejala putus obat, seperti panas dingin.

"Ngatasin ketergantungan dan muncul gejala kecemasan ya harus setop obatnya. Bisa juga ganti obat penenang lain, substitusi atau turunin dosis agar lebih aman," kata dr Andri.

4. Sudah jarang dipakai dokter

"Itu obat Dumolid biasa dari resep dokter. Tapi sekarang sulit ditemukan dan jarang digunakan karena sudah nggak ada," imbuh dr Andri.

Ia menjelaskan, sudah lebih dari tiga tahun obat Dumolid jarang ditemukan di apotek hingga rumah sakit. Ironisnya, obat yang termasuk psikotropika golongan IV ini bisa ditemukan dengan mudah di lapak-lapak online. Beberapa situs menawarkan obat buatan Actavis Indonesia ini dengan harga sekitar Rp 130.000 - 150.000 tiap 1 strip isi 10 tablet.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Thursday, August 3, 2017

Bahayakah Wanita Lakukan Latihan Beban Berat?

foto: bertha/GARASIhealth

Jakarta,GARASIhealth - Di zaman modern seperti ini, banyak ditemui wanita dengan bentuk tubuh yang kekar atau mereka sering disebut para body builder. Mereka melakukan latihan berat untuk mengencangkan bagian-bagian tubuhnya.

Berbahayakah wanita yang melakukan latihan dengan beban yang berat? Menurut dokter spesialis kedokteran olahraga dari RS Mitra Kemayoran, dr Michael Triangto, SpKO, dilihat dari sisi kesehatan memang memiliki risiko.

"Pertumbuhan otot-ototnya bisa melampaui batas-batas yang wajar," ujarnya ketika dihubungi GARASIhealth baru-baru ini.

Menurut dr Michael tidak selamanya olahraga dengan beban berat itu bisa membuat tubuh menjadi lebih sehat. "Semakin berat dan lama olahraganya, maka risikonya juga semakin besar," imbuhnya.

Apabila memang memiliki tujuan untuk mengencangkan tubuh, wanita tidak masalah untuk melakukan olahraga dengan beban berat. Tetapi jenis dan intensitasnya harus disesuikan dengan kemampuan dan dilakukan secara bertahap.

Menurut dr Michael tidak ada perbedaan olahraga bagi pria dan wanita. Tapi untuk mendapatkan bentuk tubuh kekar pada wanita tidak secepat pada pria karena hormonnya berbeda.

dr A. Andi Kurniawan SpKO dari Indonesia Sports Medicine Centre juga mengatakan bahwa latihan beban juga memiliki manfaat utnuk meningkatkan metabolisme tubuh.

Selain itu, sebuah penelitian yang dilakukan di sebuah universitas di Amerika Serikat juga menunjukkan bahwa latihan beban dapat mengurangi risiko patah tulang akibat osteoporosis pada wanita berusia 50-70 tahun yang telah mengalami menopause.

"Dengan latihan beban yang proporsional, tulang akan mendapatkan tekanan mekanik yang akan merangsang tulang untuk meningkatkan kepadatannya, sehingga mencegah pengeroposan tulang atau yang biasa disebut osteoporosis," terang dr Andi.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Wednesday, August 2, 2017

Stigma Negatif Hambat Penanganan Kusta di Indonesia

foto: bertha/GARASIhealth

Ternate,GARASIhealth - Kusta adalah salah satu penyakit tropis terabaikan yang masih ada di Indonesia. Penyakit kusta disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae yang menyerang saraf tepi dan kulit manusia, dan bisa menimbulkan kecacatan jika tak diobati.

Kecacatan inilah yang membuat tingginya stigma negatif terhadap pasien kusta dan orang yang pernah mengalami kusta. Karena kecacatan tersebut, pasien kusta dan orang yang pernah mengalami kusta disebut sebagai pendosa yang mendapat kutukan atau hukuman dari Tuhan.

Dalam kunjungannya ke provinsi Maluku Utara baru-baru ini, Duta WHO untuk Eliminasi Penyakit Kusta, Yohei Sasakawa, mengatakan stigma negatif terhadap pasien dan orang yang pernah mengalami kusta berasal dari pemahaman yang salah. Pemahaman yang salah ini muncul akibat kurangnya informasi soal penyakit kusta.

"Kusta adalah penyakit, bukan karena kutukan. Banyak dari orang yang pernah mengalami kusta sudah sembuh 100 persen dan tidak ada lagi bakteri di tubuhnya, tapi dikucilkan karena kecacatannya. Ini tidak boleh terjadi," ungkap Sasakawa dalam advokasi kepada Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara, Nasir Thaib.

Sasakawa juga mengatakan perlu adanya dukungan pemerintah daerah terhadap upaya pengentasan kusta. Dengan komitmen dari kepala daerah dan pemerintah daerah, ditunjang dengan dukungan dari pemerintah pusat, proses pengayaan informasi untuk masyarakat soal kusta akan maksimal.

Dalam dialognya dengan Sasakawa dan perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Nasir mengakui memang masih ada masyarakat Maluku Utara yang menganggap kusta sebagai kutukan, teluh atau akibat ilmu hitam. Pemahaman ini menurutnya tidak hanya dimiliki oleh masyarakat menengah ke bawah, namun juga masyarakat berpendidikan tinggi.

"Kusta ini masih dianggap sebagai kutukan, atau penyakit keturunan, bahkan penyakit kiriman dukun. Tentunya kita lewat dinas kesehatan selalu menganggarkan upaya pemeriksaan dini dan juga pemberian informasi ke masyarakat," ungkap Nasir.

"Masalahnya untuk anggaran provinsi ini kan harus lewat DPRD. Tapi ini di DPRD juga masih ada yang menyebut ini kutukan atau keturunan sehingga akhirnya kusta kurang mendapat perhatian dari sisi anggaran," tambahnya lagi.

Nasir juga mengapresiasi perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Sasakawa melalui The Nippon Foundation. Ke depannya, ia berharap agar perhatian dan bantuan dari internasional mampu membangkitkan semangat para tenaga kesehatan di Maluku Utara untuk menemukan kasus kusta baru dan memberikan penanganan yang tepat.

Tuesday, August 1, 2017

Hebat! Tim Mahasiswa di Surabaya Bisa Bikin Pembuluh Darah Buatan

foto: bertha/GARASIhealth

Jakarta,GARASIhealth - Di tahun 2014, WHO menyatakan bahwa penyakit pembuluh darah dan jantung menduduki peringkat kedua sebagai penyebab kematian tertinggi di dunia, yaitu mencapai 46 persen. Sedangkan di Indonesia, keduanya menyebabkan 37 persen dari total kematian akibat penyakit tidak menular.

Salah satu penyakit yang perlu mendapatkan sorotan adalah atherosklerosis atau pengerasan pembuluh darah. Bila tidak tertangani, atherosklerosis dapat memicu kondisi yang lebih buruk seperti stroke, angina, dan penyakit jantung koroner.

Kondisi ini sebenarnya dapat diatasi dengan prosedur operasi bernama vascular bypass. Di Indonesia sendiri tercatat ada tiga juta prosedur vascular bypass tiap tahun yang menggunakan graft atau donor pembuluh darah.

"Dengan teknik bypass, pasien dibikinkan jalur baru mengitari sumbatan endapan darahnya, jadi darah akan bisa mengalir lewat jalur tersebut," terang Iffa Aulia Fiqrianti selaku ketua tim peneliti.

Sayangnya, empat jenis graft yang dipergunakan dalam prosedur ini dianggap kurang berkualitas. Pertama, graft dari tubuh pasien sendiri yang sudah terkontaminasi oleh atherosklerosis, yang sama artinya membuat tim dokter bekerja dua kali.

Sedangkan graft dari donor dan hewan perlahan mulai ditinggalkan karena keduanya rentan mengakibatkan reaksi penolakan dari tubuh pasien. "VG (vascular graft) sintetis yang terbuat dari Dacron sehingga rentan mengalami kalsifikasi (pengapuran, red) yang artinya sulit terurai di dalam tubuh," lanjut Iffa.

Kondisi ini kemudian mendorong Iffa dan timnya dari jurusan Teknobiomedik Universitas Airlangga Surabaya, antara lain Claudia Yolanda Savira, Muhammad Abdul Manaf, Fitria Renata Bella dan Nadia Rifqi Cahyani di bawah bimbingan Dr drg Prihartini Widiyanti, M.Kes., untuk mengembangkan alternatif graft atau pembuluh darah buatan dari bahan yang aman.

Meskipun sintetis, Iffa memastikan pembuluh darah buatannya dapat terurai dalam tubuh serta bersifat biodegradable.

Kepada GARASIhealth, Iffa menjelaskan bahwa agar bisa terurai dalam tubuh, maka bahan yang dipergunakan untuk membuat graft ini adalah PLLA (poly-L lactic acid), kitosan dan kolagen.

PLLA disebut Iffa aman bagi tubuh karena akan terurai menjadi asam laktat yang dapat diserap tubuh. Sedangkan kombinasi antara kitosan dan kolagen dapat membantu perlekatan sel, sehingga ke depannya ketika graft terurai dan akan tergantikan oleh sel tubuh pasien sendiri.

"Kita membuat VG atau pembuluh darah buatan yang prinsipnya seperti "jembatan" untuk sel pembentuk pembuluh darah. Harapannya dalam jangka waktu lama, ketika VG tersebut terurai lama-lama akan tergantikan oleh sel-sel pembentuk pembuluh darah dari pasiennya sendiri," paparnya.

foto: bertha/GARASIhealth

Diakui Iffa, apa yang dilakukan timnya sebenarnya bukanlah hal yang baru dalam dunia teknologi medis, namun mereka mencoba mengembangkan graft alternatif yang dibuat dengan electrospinning.

Lantas bagaimana proses pembuatan pembuluh darah buatan ini? PLLA, kitosan, kolagen yang berbentuk serbuk dilarutkan kemudian dimasukkan ke alat elektrospinning yang kemudian akan menjadikannya fiber atau serat

"Prinsipnya dengan tegangan listrik tinggi, larutan itu akan tertarik ke kolektor, yang kemudian menguapkan pelarut lalu jadilah serat atau fiber," jelas Iffa.

Proses pembuatan graft ini sendiri hanya berlangsung beberapa bulan, yaitu dimulai sejak Maret 2017. Namun graft ini telah berhasil diujicobakan pada kelinci dan terbukti dapat diterima oleh tubuh hewan tersebut.

Tak hanya itu, inovasi ini juga mendapatkan respons positif dari salah satu dokter bedah di Surabaya, yaitu dr Herry Wibowo, SpB, M.Kes., yang berpraktik di RS Wijaya Wiyung. Menurutnya, graft ini memiliki potensi tinggi untuk digunakan dalam operasi karena sel endotel dapat tumbuh di permukaan rongga graft-nya, dengan begitu darah bisa mengalir dengan lancar dan mengurangi kemungkinan thrombosis (penggumpalan darah).

"Untuk tahap penerapan klinis tentu prosesnya masih panjang, tapi ini awal yang bagus," tutur dr Henry memberikan testimoninya.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Monday, July 31, 2017

Wanita Ini Jarang Sarapan, Ratusan Batu Empedu Ditemukan di Tubuhnya

foto: bertha/GARASIhealth

Jakarta,GARASIhealth - Baru-baru ini tim dokter dari sebuah rumah sakit di China berhasil mengeluarkan ratusan batu empedu dari tubuh seorang wanita hanya dalam sekali operasi.

Si pasien hanya disebut bermarga Chen dan berusia 45 tahun. Menurut laporan tim dokter, mereka tidak hanya mengeluarkan banyak sekali batu empedu, tetapi beberapa dari batu itu memiliki ukuran yang sama dengan sebutir telur.

Proses pengangkatan batu-batu empedu ini sendiri dilakukan tim dokter dari Guangji Hospital, Hezhou, China dan menghabiskan waktu hingga 6,5 jam lamanya.

Dugaan dokter, batu-batu ini terbentuk karena Chen sering melewatkan sarapan. Jadwal makannya pun lebih sering tak beraturan. Bahkan kebiasaan ini konon telah dilakukannya sejak 10 tahun silam.

Kondisi ini akhirnya membuat Chen sering mengeluh sakit perut. Saat itu ia sudah pernah mendatangi rumah sakit dan direkomendasikan untuk segera menjalani tindakan operasi. Akan tetapi wanita ini menolak karena takut.

Chen akhirnya masuk rumah sakit lagi setelah mengeluhkan bahwa sakit di perutnya 'tak lagi tertahankan'.

Dokter yang membedahnya, Dr Quan Xuwei menjelaskan ini bukan kali pertama ia menangani pasien dengan batu empedu. Dan sebagian besar pasiennya yang mengalami batu empedu mengaku sering melewatkan sarapan atau makan dengan terburu-buru.

"Pasien mengaku sering kecapekan sepulang kerja ia tidak memasak makanan dengan baik untuk makan malam," paparnya seperti dilaporkan GARASIhealth.

Terjadinya batu empedu bukan hanya disebabkan oleh kebiasaan makan yang tidak teratur tetapi juga diet yang sembarangan. Diet sembarangan ini mengakibatkan seseorang mengalami penurunan berat badan secara drastis.

"Ini terjadi pada berat badan yang menurun drastis akibat starvasi berkepanjangan, yang makannya kurang," kata dr Erik Rohmando Purba, SpPD dari RS Umum Bunda, Menteng, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Ini karena ketika seseorang mengalami penurunan berat badan secara drastis akibat diet sembarangan, asupan makanannya menjadi ikut berkurang. Kondisi ini mengakibatkan getah empedu menumpuk karena tidak disalurkan ke usus.

Penumpukan ini terjadi di kantung empedu yang ada di hati. Makin jarang digunakan, maka cairan di kantung empedu akan makin pekat, dan lama-kelamaan cairan tersebut akan mengkristal dan menjadi batu.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Sunday, July 30, 2017

Keracunan Sianida Gara-gara Makan Biji Buah Ceri

foto: bertha/GARASIhealth

Jakarta,GARASIhealth - Matthew Creme dari Lancashire, Inggris, tidak tahu apa-apa ketika mengonsumsi buah ceri sekaligus dengan bijinya. Matthew mengaku hanya penasaran ingin tahu rasa biji buah ceri dan karena menurutnya enak ia pun lanjut mengonsumsinya.

Yang Matthew tidak tahu adalah biji buah ceri sebetulnya beracun. Di dalam biji buah ceri terdapat senyawa alami bernama amygdalin yang bila dicerna dalam tubuh akan berubah menjadi sianida.

Sianida dalam tubuh adalah senyawa beracun yang dapat menyebabkan gejala seperti mual, demam, sakit kepala, insomnia, haus, kelelahan, gelisah, dan pada kasus yang ekstrem kematian. Pada Matthew sendiri ia mengalami rasa lelah yang ekstrem dan sakit kepala setelah 20 menit mengonsumsi tiga buah biji ceri.

"Saya cuma penasaran, Anda tahu kan penasaran. Biji ceri rasanya sama seperti kacang almond tapi dengan rasa lebih keceri-cerian. Saya tidak berpikir lebih dari itu dan terus memakannya," ungkap Matthew seperti dikutip dari GARASIhealth.

Curiga mengalami keracunan, Matthew pun menghubungi operator gawat darurat setempat. Ia pun langsung dikirimkan ke Blackpool Victoria Hospital di mana dirinya berhasil selamat setelah tim dokter memberikan obat penawar racun.

Kasus seperti yang dialami Matthew jarang terjadi karena biasanya produk buah ceri yang dijual di pasaran sudah diproses dan tidak memiiki biji. Oleh sebab itu Matthew ingin agar kedepannya semua produk dengan buah ceri bisa mengandung pesan peringatan.

"Kalau ada sesuatu yang memang separah itu, Anda pasti berpikir seharusnya tertera di paket," pungkas Matthew.


Saturday, July 29, 2017

Batuk-batuk Setelah Berhenti Merokok, Apa Sebabnya?

foto: bertha/GARASIhealth

Jakarta, GARASIhealth - Ketika seseorang memutuskan untuk stop merokok kadang timbul beberapa gejala, salah satunya batuk-batuk. Tapi kenapa ya orang justru batuk setelah berhenti merokok?

Dijelaskan dokter spesialis paru, dr Rezki Tantular, SpP pada saat perokok masih aktif, silia atau rambut halus yang menutupi permukaan epithel dari saluran napas menjadi rusak atau melambat kerjanya.

"Silia ini berfungsi untuk mengeluarkan kotoran atau mukus atau dahak pada saluran napas yang sehat, sehingga muncul refleks batuk ketika ada rangsangan atau kotoran yang harus dibersihkan dari saluran napas," tutur dr Rezki.

Ketika perokok berhenti dari kebiasaannya, beberapa hari sampai beberapa minggu setelahnya tergantung dari derajat kerusakan atau lama dari merokok akan terjadi perbaikan dari fungsi silia tersebut.

"Pada saat silia tersebut mulai sehat kembali muncullah reaksi batuk yang justru diakibatkan karena penyembuhan atau perbaikan dari saluran napas mantan perokok," kata pria yang hobi fotografi itu.

Ayah dari dua orang putri itu mengatakan, untuk mengurangi reaksi batuk karena berhenti merokok tersebut yang dapat dilakukan adalah menjaga hidrasi tubuh.

"Dengan minum banyak cairan serta menjaga kelembaban udara, misalnya dengan bantuan 'humidifier' ruangan," ujar dr Rezki.

Friday, July 28, 2017

Sering Nyeri di Kepala, Mahasiswi Yogyakarta Ini Ternyata Punya Tumor

foto: bertha/GARASIhealth

Surabaya, GARASIhealth - DA hanya merasakan nyeri di kepalanya saat sedang dihadapkan pada tugas yang menumpuk. Kebetulan ia mengambil jurusan pendidikan dokter di sebuah kampus swasta di Yogyakarta.

Ditambah lagi tahun ini gadis yang menginjak usia 24 tahun itu disibukkan dengan kegiatan co-ass di sebuah rumah sakit di Jawa Tengah.

Namun saat itulah ia merasakan nyeri kepalanya makin memburuk, terutama saat ia sedang belajar. "Awalnya sefalgi (nyeri kepala, red) sampai muntah dan keluar cairan LCS (liquid cerebrospinal atau cairan otak)," kisahnya saat ditemui GARASIhealth baru-baru ini.

Sang ayah juga sempat curiga karena putri bungsunya itu mengeluh nyeri kepala sejak bulan Mei dan saat itu DA memang sedang menempuh ujian. Kemudian saat menjalani stase mata, dokter yang membimbingnya menyarankan agar DA menjalani CT scan.

"Matanya itu ada penurunan lensa dari minus 3 ke 2,75," timpal sang ayah.

DA justru tidak mengetahui hasil CT scannya. Yang tahu adalah dosen pembimbingnya yang juga seorang dokter spesialis saraf. Dokter ini pulalah yang memberikan rekomendasi kepada dr Irwan.

foto: bertha/GARASIhealth

DA akhirnya diminta berangkat ke Surabaya pada hari Minggu (9/7). Ia kemudian diajak berkonsultasi dengan dokter anestesi dan diperkenalkan dengan seluruh tim yang akan membedahnya pada Selasa (11/7).

Sesampainya di rumah sakit, DA juga diminta melakukan scan MRI lagi untuk memastikan kontras antara otak dan tumornya.

Ditemui dalam kesempatan terpisah, dr Irwan Barlian, SpBS (K) mengaku hanya berkonsultasi dengan DA sebanyak 2 kali sebelum akhirnya sepakat untuk mengangkat tumor di otaknya.

"Dia sudah aware, kan mahasiswa kedokteran jadi saya jelasinnya gak susah. Ketika ditawari, dia juga pasrah. Untungnya tegar anaknya jadi dia juga gak stres," imbuh dr Irwan.

Terkait tumornya, DA sebenarnya sudah menaruh curiga pada nyeri kepala yang dialaminya. Ia juga menduga tumor ini berkembang sejak lama, namun baru terasa ketika kemudian mulai menggeser otaknya, apalagi ia jadi gampang lupa yang membuka kemungkinan bila tumor itu telah mengenai bagian frontal otaknya.

Ditambahkan dr Irwan, sakit kepala karena tumor biasanya tidak spesifik. Namun kekhasannya terletak pada sifatnya yang kronik progresif, artinya nyeri kepalanya makin lama makin berat atau nyeri kepala disertai gejala lain seperti mata kabur, pendengaran menurun, dan kelumpuhan.

Berawal dari Gigitan Kucing, Wanita Ini Terjangkit Sindrom Mematikan

foto: bertha/GARASIhealth

Jakarta, GARASIhealth - Wanita tanpa nama (50) asal Jepang, harus meregang nyawa akibat peristiwa yang tidak disangka-sangka bisa membuat seseorang menghembuskan napas terakhir. Awal mulanya hanya karena gigitan seekor kucing liar.

"Belum dikonfirmasi bahwa virus itu datang dari kucing, tapi itu kemungkinan pertama," kata otoritas yang terkait, dikutip dari GARASIhealth, Kamis (27/7/2017).

Bermula dari kebaikannya merawat kucing liar, sepuluh hari kemudian ini dinyatakan meninggal karena Severe Fever with Thrombocytopenia Syndrome (SFTS). Sindrom ini berasal dari kutu yang hinggap di tubuh kucing.

Setelah diteliti oleh tim dokter, ternyata tidak ditemukan bekas gigitan dari kutu. Dokter pun mengasumsikan adanya penularan sindrom ini secara langsung melalui si kucing.

Menteri Kesehatan Jepang sebelumnya juga sudah mewanti warga agar bisa berhati-hati ketika menolong hewan liar, terlebih jika dalam kondisi yang kurang baik. Virus ini masuk ke Jepang pada tahun 2013 lalu dan masih dikategorikan kasus yang langka, meskipun risiko kematiannya sudah mencapai 30 persen pada orang tua di atas usia 50 tahun.

Tak hanya Jepang, beberapa negara lainnya seperti Cina dan Korea juga sudah mengenal sindrom tersebut. Dilansir NCBI, di Cina, SFTS bahkan sudah masuk sejak tahun 2009.

Penyebab Lutut Sakit Saat Ditekuk

Jakarta, GarasiHealth - Banyak aktivitas yang berkaitan dengan menekuk lutut, misalnya saja mengambil barang yang terjatuh. Namun, saat...